Huruf JOWO

ft.. kuliah di sejarah.. ternyata ada juga yah mata kuliah bahasa jawa. yap.. maksudnya sih baik, supaya kita bisa baca arsip2 kuno yang source nya dari bahasa jawa.. tapi ya klo di suruh melajarin nih emang susah..

mind set ku berubah sejak barusan, ada seorang kawan yang berkata “bahasa jawa tuh, baca: huruf jawa, kalo gak di kerjakan sendiri gak mungkin bisa,.. so u harus mencoba sendiri..” hmm… nampaknya benar juga, barusan,, setelah kau utak atik sendiri.. buka ini buka itu.. eh, laha kok sekarang malah jadi lancar.. cuma beberapa huruf aja yang perlu liat contekan.. nih, tak kasih beberapa materi kuliah ku.. hohohoh… mantab deh Read the rest of this entry »

Isi CD Bundle Aplikasi, from div Linux dan Software

Mozzila Firefox

Yahoo Messenger — Pidgin

WinRAR

PDF Reader

Office 2003 — Open Office

Antivirus

K-Lite codec Pack

Picture Viewer

Tune Up Utilities

yap, sementara itu dulu, ada yang mau usul?

wehehehe…. tenkyu bwt koreksinya

suzuki smash, SAT 2, Bulevard UNS dan BUS EKA

……..*..lovel…*
…..*..lovelovelo…*
…*..lovelovelove….*
..*.lovelovelovelove…*…………….*….*
.*..lovelovelovelovelo…*………*..lovel….*
*..lovelovelovelovelove…*….*…lovelovelo.*
*.. lovelovelovelovelove…*….*…lovelovelo.*
.*..lovelovelovelovelove…*..*…lovelovelo…*
..*…lovelovelovelovelove..*…lovelovelo…*
…*….lovelovelolovelovelovelovelovelo…*
…..*….lovelovelovelovelovelovelov…*
……..*….lovelovelovelovelovelo…*
………..*….lovelovelovelove…*
……………*…lovelovelo….*
………………*..lovelo…*
…………………*…..*
………………….*..*

Kemarin, senin 27 april 2009, aku ngerasa jadi orang yang bego banget!, cuma gara2 naroh motor aja… *** sisanya gak bisa diungkap pake kata2

It’s Raining..

Pernah ngerasa serba salah?

ini yang terakhir di malam ini..

sumpah.. aku capek banget 2 hari ini, gara2 makalah ma ppt nya pak bagus.. tapi dah teratasi.. Pengen ketemu ma seseorang, yah… semoga ja besok pagi.. :D

bis ini mau nge install hardisk yang satunya lagi.. klao gak semua data2 ku bisa2 di acak.. kompi nomer8 tak pasang i hardiskku dewe eje.. nitip di sisni, dari pada di rumah menagangur.. hehe.. wis ya nulise, saiki acarane nginsatll2.. hahaha.,.

perjalanan yang singkat

Ini cuma foto-foto aja, pas ada diklat DKD HW SOLO aku minjem poket kamera nya mbak titis, Ada beberapa foto yang mau aku share, silahkan liat ya

deket soto triwindu

deket soto triwindu

renovasi pasar antik

renovasi pasar antik

sisa-sisa

sisa-sisa

ni apa coba? dimana?

ni apa coba? dimana?

keren.. sepedanya tapi

keren.. sepedanya tapi

wih.. ada balon gede..

wih.. ada balon gede..

ini bukan makam model baru!!

ini bukan makam model baru!!

Al Wustho, salah satu karya terbaik Thomas Karsten

Al Wustho, salah satu karya terbaik Thomas Karsten

akhirnya selese perjalananku, ucul sepatu sik.. hahaha..

akhirnya selese perjalananku, ucul sepatu sik.. hahaha..

Sayonara…

Maintenance pertama SAT 1 by 2009 Crew

Sabtu 18 April 2009, SAT 1 semua kompie nya di mainten.. hooh, jadwalnya sih jam 10, dah di bela2in pake nginep segala, udah itu belom mandi.. eh lah kok mulainya baru jam 11.30, password kita yang b1. dan b3. diganti.. tapi agak aneh aj..

aku dapet pj kompi nomer 8, sekilas tentang si no 8 ini. dilihat dari case nya sih gak meyakinkan, tampak luar seperti pc lama pentium 1-3 an gt.. tapi ternyata setelah tak bukak jeroane.. isine keren..

Nih Spek si No 8

  • Core2Duo E7200
  • Gigabyte apa gt.. lupa serinya
  • Ram nya ddr2 1 gb..
  • Walau VGA nya masih OnBoard.. Intel(R) GMA 3100, tapi tetep aja manteb.. buat dota mah masih lancar.. yeah.. pake banget!!
  • Hard disk nya 80gb.. cukuplah..
  • tapi sayang gak ada optical nya.. tapi pas mau install driver harus pinjem dvd ma mas ari
  • monitornya lcd.. kecil sih.. gpp..
  • keyboard mouse standard lah..

hahaha.. kayak pedagang pc ato brosure yang ada di pameran kompie ya… hehe… Mbuh lah, seing penting komputere wis waras, wis di install ulang, semua program standard udah ada.. Ada sih yang kurang dan dalam waktu dekat ini harus terealisasi ke beradaanya, tidak lain dan tidak bukan adalah Warcraft III Frozen Throne, buat main DotA tentunya.. hahaha… ‘wis ya, kesel aku meh nulis opo meneh, sewengi ora bubuk.. mw bubuk bentar terus pulang..

I’m the one who wants to be with you, deep inside I hope you feel it too..

img5068d02dhybyls

Mr. Big, yup, si tuan besar ini emang salah satu band yang keren. Tapi sayang sekarang duah bubar. Di gawangi oleh Paul Gilbert, Eric Martin, dan yang dua sapa lagi ya.. ouwch.. lupa.. maap ye.. hehe..

Pas jaman esempe dulu, kelas 2 nek gak salah, aku pertamane gila-gilanya ngeband. Nih lagu inspiring banget selain dream theater, yang bikin aku jautuh cinta itu di bagian solo gitarnya.. Read the rest of this entry »

am I lucky?

Lucky lyrics
(feat. Colbie Caillat)

Do you hear me,
I’m talking to you
Across the water across the deep blue ocean
Under the open sky, oh my, baby I’m trying
Boy I hear you in my dreams
I feel your whisper across the sea
I keep you with me in my heart
You make it easier when life gets hard

I’m lucky I’m in love with my best friend
Lucky to have been where I have been
Lucky to be coming home again
Ooohh ooooh oooh oooh ooh ooh ooh ooh

They don’t know how long it takes
Waiting for a love like this
Every time we say goodbye
I wish we had one more kiss
I’ll wait for you I promise you, I will

I’m lucky I’m in love with my best friend
Lucky to have been where I have been
Lucky to be coming home again
Lucky we’re in love every way
Lucky to have stayed where we have stayed
Lucky to be coming home someday

And so I’m sailing through the sea
To an island where we’ll meet
You’ll hear the music fill the air
I’ll put a flower in your hair
Though the breezes through trees
Move so pretty you’re all I see
As the world keeps spinning round
You hold me right here right now

I’m lucky I’m in love with my best friend
Lucky to have been where I have been
Lucky to be coming home again
I’m lucky we’re in love every way
Lucky to have stayed where we have stayed
Lucky to be coming home someday

Ooohh ooooh oooh oooh ooh ooh ooh ooh
Ooooh ooooh oooh oooh ooh ooh ooh ooh

sumpah keren banget nih lagu.. dalem and ngena banget, sayang ni gak bisa tak uplud coz file nya kebesaraan, melebihin limit uplud nya.. huuh.. tak kaish link dounlud nya ja ye.. disini jangan lupa registe dulu.. hehe..

a way of life..

Pemuda-pemuda yang Bangga Jadi Petani Generasi Baru

Pemuda-pemuda yang Bangga Jadi Petani Generasi Baru

PEMUDA berkemeja putih bersih, berjam tangan, dan bersepatu bot itu sibuk mencabuti rumput-rumput kecil di sekeliling tanaman cabai, pada suatu siang yang terik. “Setiap hari saya ke sawah untuk merawat tanaman cabai. Saya harus tahu apa yang terjadi pada tanaman cabai saya, tidak boleh lengah sedikit pun. Menjadi petani itu harus telaten,” kata Wiyatno (23), petani muda dari Dusun Kaliwanglu, Desa Harjobinangun, Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman, Yogyakarta.

ITULAH keseharian Wiyatno yang sejak satu setengah tahun lalu bertekad jadi petani. Lulusan sekolah lanjutan tingkat atas (SLTA) itu sebelumnya bekerja selama empat tahun sebagai pramuniaga, salesman, dan kuli bangunan di Jakarta. Bagi Wiyatno, Jakarta sudah sumpek. Walau kerja keras dari pagi sampai malam, nyatanya tetap tidak cukup. Oleh karena itu, dia memutuskan pulang kampung.

“Saya lahir sebagai anak petani. Apa salahnya kalau saya juga jadi petani,” kata pemuda yang bersama 30 temannya kemudian membentuk Kelompok Tani Tunas Muda.

Eko Setiawan (27), pemuda lain dari Dusun Sempon, Desa Wukirsari, Kecamatan Cangkringan, juga menetapkan niat jadi petani. Awalnya dia mengaku sulit memutuskan untuk jadi petani karena selama ini petani dianggap sebagai pekerjaan yang tidak bergengsi. “Setelah saya coba, ternyata pertanian juga menguntungkan. Prek dengan gengsi,” kata pemuda yang pernah bekerja lima tahun di perusahaan karoseri mobil di Jakarta itu.

Di dusunnya, Eko membentuk Kelompok Tani Prasetya Muda yang beranggotakan 16 pemuda lajang, yang kebanyakan lulusan SLTA dan tiga di antaranya lulusan sarjana. Mereka semua berkomitmen menjadikan pertanian sebagai jalan hidup.

Di Dusun Ngepas Lor, Desa Donoharjo, Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman, juga terbentuk Kelompok Tani Akur Muda yang beranggota 34 petani berusia rata-rata di bawah 30 tahun.

Menurut penuturan Aji Waluyo (28), lulusan sebuah akademi pariwisata yang menjadi Ketua Kelompok Tani Akur Muda, anggota kelompok taninya yang sudah menikah baru enam orang. Sebagian besar adalah lulusan SLTA dan sekolah lanjutan tingkat pertama (SLTP), sedangkan sisanya masih kuliah dan sarjana.

Wiyatno, Eko, dan Aji adalah potret ratusan pemuda desa di Sleman yang telah menetapkan niat menjadi petani. Jakarta, bagi mereka, tidak lagi menarik jika dibandingkan dengan hidup makmur di dusun.

Ratusan anak muda Sleman itu memilih profesi petani sebagai jalan hidup bukan karena pelarian. Bukti keseriusan mereka adalah pembentukan kelompok-kelompok tani yang beranggotakan anak-anak muda di sejumlah kecamatan di Sleman. Sejak tahun 1999 telah terbentuk 25 kelompok tani muda-yang beranggotakan ratusan orang-dari 448 kelompok tani di Sleman dengan luas lahan yang mereka usahakan sekitar 100 hektar.

Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Sleman Ir Achmad Yulianto menilai gerakan petani-petani muda yang muncul di 11 kecamatan dari 17 kecamatan yang ada di Kabupaten Sleman itu mencengangkan, di tengah keadaan pertanian padi di Yogyakarta, khususnya di Sleman, yang mengalami kemunduran. Gerakan petani muda itu mulai melembaga di Turi, Cangkringan, Sleman, Ngaglik, Ngemplak, Kalasan, Seyegan, Minggir, Moyudan, Godean, Berbah, dan Kalasan.

Berdasarkan data dari Dinas Pertanian Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), selama satu dekade terakhir penyusutan lahan pertanian di DIY rata-rata 0,5 persen per tahun. Jika pada tahun 1994 luas sawah di DIY adalah 61.151 hektar, kini luas sawah tinggal 58,07 hektar. Sleman merupakan daerah dengan area penyusutan sawah yang paling luas, yaitu rata-rata 178 hektar per tahun.

Penyusutan luas sawah ini berdampak pada menurunnya luas panen dan produksi DIY yang dalam kurun waktu empat tahun terakhir menurun rata-rata 1,05 persen per tahun, sedangkan luas panen padi merosot rata-rata 1,64 persen per tahun. Jika kemerosotan ini terus terjadi, masa depan pertanian di Yogyakarta patut dicemaskan.

BERBEDA dengan orangtua mereka yang kebanyakan fanatik menanam padi, para petani muda bereksperimen menanam berbagai komoditas pertanian. Kelompok Tani Akur Muda menanam cabai, kacang panjang, tomat, dan sekarang sedang bereksperimen menanam bawang merah.

“Kami melihat tanaman mana yang paling menguntungkan, itu yang kami tanam. Tak jarang kami mencoba-coba tanaman baru dengan hanya membaca buku dan mempraktikannya di sawah. Pokoknya, yang ditanam tidak harus padi,” kata Aji Waluyo.

Kelompok Tani Tunas Muda mengembangkan cabai, tomat, kacang panjang, dan tanaman anggur, sedangkan Kelompok Tani Prasetya Muda lebih ekstrem lagi karena semua anggota kelompoknya sepakat tidak menanam padi. “Kami memilih menanam semangka, melon, cabai, dan tomat. Pokoknya bukan padi,” kata Eko.

Menurut Eko, tanaman padi tidak lagi menguntungkan. Jika lahan seluas 1.000 meter persegi ditanami semangka, bisa menghasilkan keuntungan bersih rata-rata Rp 3 juta dalam tiga bulan, sedangkan padi hanya menghasilkan Rp 1 juta dalam jangka waktu yang sama.

Achmad Yulianto mengakui, di Sleman kini terjadi peralihan besar-besaran. Petani padi menjadi petani berbagai tanaman lain atau berkiprah di bidang perikanan karena hal itu dinilai lebih menguntungkan dan risiko gagal panennya lebih kecil dibandingkan dengan tanaman padi. Dan, pelopor peralihan itu adalah petani muda. “Mereka bertani dengan perhitungan-perhitungan yang lebih rasional sehingga berani memilih tanaman yang menguntungkan,” katanya.

Menurut Achmad Yulianto, pemasaran hasil hortikultura petani-petani muda di Sleman itu juga masih sangat terbuka. Eko Prasetyo juga mengakui bahwa hasil panenan mereka selalu habis diborong pembeli.

Petani-petani muda yang rata-rata tidak memiliki lahan sendiri itu juga berspekulasi untuk menyewa lahan sampai di luar desa, bahkan ke kabupaten lain dengan cara iuran. Kelompok Tani Akur Muda, misalnya, menyewa lahan sekitar lima hektar di Kulon Progo dengan harga sewa tanah Rp 500.000 per 1.000 meter per tahun, sedangkan lahan-lahan sawah orangtua mereka tetap ditanami padi. “Daripada ribut dengan orangtua yang masih ngotot tetap mau tanam padi, lebih baik kami menyewa sendiri. Risiko kami tanggung sendiri,” kata Aji Waluyo.

DENGAN kesungguhan dan cara pandang baru terhadap pertanian, anak-anak muda itu membuktikan bahwa petani adalah profesi yang menjanjikan. Selama dua kali masa tanam yang lalu, Wiyatno mengaku mendapat untung Rp 9 juta dari tanaman cabai yang ditanam di lahan sewaan seluas 6.000 meter.

Menurut Wiyatno, kerja sebagai petani juga tidak terlalu berat jika dibandingkan dengan menjadi kuli batu di Jakarta. Dalam sehari Wiyatno mengaku hanya perlu ke sawah pada pagi dan sore, sedangkan pada siang hari bisa beristirahat.

Perbaikan ekonomi yang dialami petani-petani muda itu membuat pemuda-pemuda kampung lain yang masih merantau ke luar desa pulang kampung. “Banyak pemuda asli sini yang sebelumnya merantau ke Jakarta dan Malaysia kini pulang kampung dan menjadi petani,” kata Kepala Dukuh Ngepas Lor Marwanto (35).

Menurut Marwanto, dulu pemuda-pemuda di dusunnya setiap malam banyak yang nongkrong dan menimbulkan keonaran. Tetapi, sekarang jumlahnya sudah jauh berkurang karena banyak pemuda yang jadi petani sehingga mereka tak sempat lagi begadang.

Inilah revolusi baru pertanian di Sleman yang mungkin akan memberikan energi baru bagi pertanian di negeri ini. Petani-petani muda itu telah memahatkan harapan segar bagi pembangunan di desa.

Ketakutan bahwa generasi muda akan meninggalkan sektor pertanian rupanya tak terlalu benar. Yang mereka tunjukkan adalah cara baru memandang masalah pertanian yang memberi harapan. Hal itu tentunya membutuhkan dukungan kebijakan pemerintah yang mampu membuat petani tidak dirugikan, tidak dianaktirikan…. (K10)

URL Source: http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/0404/29/utama/997154.htm